Kamis, 15 Mei 2014

TANDA PASANGAN ANDA MEMANFAATKAN ANDA

Apakah pasangan Anda ikhlas mencintai Anda, atau dia sebenarnya sekadar memanfaatkan tubuh, uang, atau bahkan mesin cuci Anda?

Berikut ini cara mengetahuinya:

1. Dengarkan kata hati Anda

Ya, betul sekali, suara kecil di lubuk hati yang memberi Anda peringatan, itulah naluri alami Anda. Pikiran bawah sadar Anda mungkin memberi sinyal yang tidak terlalu menonjol — yang luput dari pikiran dan hati Anda yang terlalu dimabuk asmara.

2. Dia tidak memberikan banyak pengorbanan

Dia hanya memberi perhatiannya ketika suatu hal menguntungkan baginya (seperti ketika Anda pergi ke rumahnya atau bertemu dengan teman-temannya). Tapi dia tidak memberikan usaha lebih dalam hal inisiatif komunikasi.

3. Dia pelit mengeluarkan uang
Jika Anda merasa selalu merogoh saku untuk membayar makan malam, tiket bioskop, taksi... dan sebagainya, Anda sebaiknya mulai sadar bahwa dia memanfaatkan uang Anda.

4. Dia tidak membuat Anda merasa spesial

Apakah dia ingin Anda menganggapnya sebagai seorang yang istimewa, tetapi Anda tidak bisa ingat kapan terakhir kali dia melakukan sesuatu untuk membuat Anda merasa istimewa? Anda merasa seperti terus-menerus melakukan hal-hal kecil yang menyenangkan dirinya, memujinya, membohongi suara hati Anda demi membuatnya merasa istimewa, tapi dia tidak pernah membalasnya?

5. Dia bersikap berbeda ketika bersama teman-temannyaCara seorang pria memperlakukan Anda ketika berada di sekitar teman-temannya dapat menjadi indikator penting bagaimana perasaan dia yang sebenarnya. Dia mungkin bersikap manis dan sayang ketika hanya berdua dengan Anda, tetapi jika kemudian tiba-tiba dia menjauhi, merendahkan, kasar, dan meremehkan ketika teman-temannya datang... Anda harus mulai mempertanyakan kepada teman-temannya tentang Anda dan bagaimana sebenarnya dia menganggap Anda. Apakah Anda hanya untuk dimanfaatkan? Ataukah dia sekadar mengucilkan Anda karena malu dengan hubungan yang Anda jalin?

6. Teman dan kenalan memperingatkan bahwa dia berbeda ketika tidak sedang bersama Anda
Jika Anda mendengar cerita yang berbeda dari orang lain tentang kepribadiannya, yang berbeda dari bagaimana dia bersikap ketika Anda bersamanya... jadi seperti apa sikap dia sebenarnya? Apakah dia hanya berpura-pura ketika sedang bersama Anda?

7. Dia memiliki motivasi tersembunyi
Dia berbicara tentang motif tersembunyi lain dengan Anda — contohnya seperti mencari peluang agar ayah Anda bisa memberikan dia pekerjaan, bahwa ia ingin untuk menempati rumah pantai Anda, bahwa ia akan senang jika Anda membawanya ke lebih banyak pesta agar  ia dapat bertemu dengan orang-orang penting.

8. Anda merasa seperti Anda bekerja untuknya
Dia terus meminta Anda untuk menjalankan tugas dan menitipkan sesuatu untuk dibeli ketika ingin bertemu. Hal ini membuat Anda merasa seperti pembantunya, bukan pacar.

9. Dia hanya datang ketika dia merasa lapar dan ketika butuh mesin cuciDia selalu membawa cucian dan memakan semua makanan Anda. Setelah semua kebutuhan itu terpenuhi, dia langsung pulang.

10. Anda baru dibutuhkan ketika dia dalam kondisi yang paling lemah

Dia hanya menghubungi Anda ketika sedang mabuk, bangkrut, atau mengalami hari yang buruk.

Jika ada banyak (atau bahkan hanya beberapa) kemiripan dari 10 tanda di atas, mungkin inilah saatnya bagi Anda untuk mulai berpikir ulang apakah dia benar-benar mencintai Anda, ataukah Anda sekadar dimanfaatkan.


Sumber: Blog Tips Cinta


CARA CEPAT MENAKLUKKAN PRIA




Anda menyukainya. Dia menyukai Anda. Dia cute. Dia lucu. Kalian saling menelepon setiap hari. Kalian berdua cocok. Anda tahu kalau dialah orangnya.

Next step: Yakinkan dia bahwa Anda adalah pasangan yang tepat untuknya. Gampang kok.
1. Bersikaplah terbuka agar ia tak sungkan untuk mendekati Anda. Tapi jangan terlalu obvious.
2. Sapa ramah dengan senyuman yang tulus. Ia akan tahu bahwa Anda benar-benar senang bertemu dengannya. 
3. Tatap matanya saat ia berbicara dan simak apa yang ia ucapkan. Kalau perlu mengangguklah sesekali dan tunjukkan bahwa Anda menyimak dan memahami perkataannya.
4. Selama bercakap-cakap, sentuhlah ia dengan lembut di lengan atau bahu. Itu adalah bahasa tubuh yang menunjukkan adanya ketertarikan.
5. Tertawalah bila ia melontarkan guyonan. Ia akan tahu bahwa Anda menghargai selera humornya.
6. Maksimalkan kemampuan observasi Anda untuk mencari tahu hal-hal apa saja yang ia gemari dan coba memahaminya.
7. Pelajari hal-hal yang ia hargai. Biarkan ia tahu bahwa Anda menghargai segala sesuatu yang ia anggap penting.
8. Sering-seringlah memujinya. Let him know how good he is at everything he does.
9. Berusaha lebih peka terhadap perasaannya.
10. Katakan dan tunjukkan betapa berarti kehadirannya dalam hidup Anda.
11. Beri dia ruang. Tidak memberi ruang pribadi kepadanya merupakan cara paling cepat untuk membuat pria menjauhi Anda
Sumber: Kamus Pria Blog

Tips Menyembuhkan Patah Hati



Semua orang yang pernah patah hati tahu bahwa ini adalah salah satu perasaaan paling sakit dalam hidup ini. Perceraian, mengakhiri suatu hubungan panjang, atau menyadari bahwa ternyata hubungan yang kita harap berakhir sukses di pelaminan justru gagal di tengah jalan. Apapun alasannya, patah hati dapat melukai kita lebih dalam dari yang pernah kita bayangkan bisa terjadi, memberikan rasa sakit yang kita nggak pernah pikir ada.

Perempuan dan laki-laki, perasaannya pasti sama. Mungkin ada beberapa yang bisa menutupinya dengan baik atau mengatasinya lebih cepat dibanding yang lain, misalnya dibantu dengan kehadiran orang baru atau kesibukan yang luar biasa. Tapi kita tahu bahwa seberapa pun seringnya terjadi, yang namanya patah hati nggak pernah mudah. Apalagi menyembuhkan lukanya.

Berdasarkan beberapa patah hati yang pernah saya alami, ada beberapa hal yang mungkin bisa membantu mempercepat proses pemulihan hati kita.

1. Buat pikiran menjadi sibuk 
Tapi bukan sibuk mikirin si mantan, ya. Fokuskan pikiran kita kepada hal lain—jangan hanya bengong dan melamun di rumah tanpa melakukan apa-apa. Kalau itu sih, tanpa bisa dihindari, pikiran pasti akan balik lagi ke si dia. Habiskan waktu dengan teman, olahraga, atau melakukan kegiatan lain yang selama ini nggak sempat kita lakukan. Lakukan apapun yang bisa membuat pikiran kita sibuk dan nggak sempat memikirkan si mantan. 
Semakin sedikit kita memikirkan dia, akan semakin lebih mudah untuk move on. Lagipula, untuk apa menghabiskan waktu memikirkan dia? Kayak dia mikirin kita aja...

2. Berhenti berandai-andai dan menganalisis ‘kenapa ini terjadi pada saya?’
Karena jika kita bertanya kepada Tuhan, bisa jadi jawabannya adalah, ‘Kenapa nggak?’ Ada alasan mengapa kita mengalami hal tersebut dan percayalah bahwa kita nggak akan pernah diberikan cobaan yang melebihi kemampuan kita. 
Menyibukkan pikiran kadang nggak mudah. Pada situasi saat ada pikiran (dan waktu) kosong, bayangan si mantan mungkin saja kembali tanpa bisa kita cegah, dan kita kembali bertanya-tanya kenapa itu terjadi. Belum lagi kata-kata ‘seandainya’ yang membuat awan gelap kembali memenuhi isi kepala kita: seandainya dulu kita begini, seandainya kita berjuang lebih keras, seandainya kita—ah, pokoknya ada sejuta seandainya yang lain yang kita pikir bisa membuat keadaan lebih baik.
Kita nggak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah keadaan. Jadi, daripada tenggelam di dalam kata ‘seandainya’ dan memberikan siksaan kepada diri kita terus menerus, setiap kali si mantan muncul di pikiran—segera enyahkan. Pikirkan hal lain yang lebih produktif dan menyenangkan. Misalnya mencari foto Ryan Gosling shirtless. Oke, walaupun itu nggak produktif tapi kan menyenangkan. Seenggaknya kita melakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian dari si mantan.

3. Buat daftar (sepanjang mungkin) alasan mengapa dia bukan orang yang tepat untuk kita
Sesaat setelah putus (atau untuk yang susah move on: bertahun-tahun sesudahnya), mungkin kita masih merasa bahwa dia adalah orang yang sempurna untuk kita, dia adalah prince charming, dan mengakhiri hubungan ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup kita. Kenyataannya, mungkin nggak. 
Membuat daftar tentang kekurangan, kesalahan, kebiasaan dia yang membuat kita sebal dan sejuta hal negatif lain tentang dirinya bisa membuat kita berpikir bahwa sebenarnya dia nggak sesempurna itu dan mungkin saja sebenarnya kita lebih baik hidup tanpanya. Lihat bagaimana satu per satu hal dalam daftar tersebut berdampak pada hubungan kita—dan bukalah mata bahwa sesungguhnya dia bukanlah ‘the one’ yang selama ini kita cari.

4. Fokus pada masa depan
Dulu, setiap kali patah hati, doa saya selalu sama: ‘Jika memang dia untuk saya, maka tolong permudah jalannya. Jika tidak, sembuhkan lukanya, dan biarkan orang yang tepat masuk ke dalam hidup saya.’ Kalau kita masih berpikir tentang masa lalu, akan sulit untuk melangkah ke masa depan, dan akan berat kita membuka diri terhadap kemungkinan bahwa ada orang yang tepat untuk kita di luar sana. 

5. Lepaskan semua hal yang berhubungan dengannya
Caranya ekstrem pun nggak apa-apa. Teman saya ada yang mem-block Facebook dan menghapus semua foto si mantan, kemudian menenggelamkan diri menonton film sedih sambil makan es krim dan cokelat. Nggak lupa meringkuk di bawah selimut sambil menangis, menelepon sahabatnya tengah malam hanya untuk menyumpah tentang si mantan. 
Buat saya, itu nggak apa-apa. Karena kadang kita memang butuh pelepasan. Ini memang seperti pelarian sesaat, namun setelah itu jangan lupa lakukan empat poin lain yang ada di atas. Kalau kita nggak melepaskan perasaan ini, yang ada malah terpendam dan pasti suatu saat akan meledak ke luar. 
Kita nggak mengalami proses ini sendiri. Kecenderungan kita adalah menuduh semua orang nggak mengerti perasaan kita karena mereka nggak mengalami hal ini. Percayalah, banyak orang yang mengalami hal yang sama. Hanya mungkin saja mereka nggak se-drama kita. Dan kenyataannya adalah, selain mereka telah mengalami patah hati (yang mungkin saja lebih berat dari pada kita), mereka juga sudah sukses mengatasi hal tersebut. Dan nggak ada alasan bagi kita untuk nggak berhasil move on seperti mereka.

Pada akhirnya, saya percaya bahwa mengatasi patah hati adalah salah satu proses penting yang perlu dilakukan dalam rangka menemukan the one. Semakin cepat kita move on, maka semakin dekat kita dengan hubungan sempurna yang kita idam-idamkan.
Sumber: Blog Tips Cinta